23Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli. written by maya sari October 15, 2015. Demokrasi telah dikenal sejak lama. Demokrasi pertama kali diperkenalkan sejak abad ke-5 sebelum masehi di Athena, Yunani. Demokrasi berasal dari kata Demos yang memiliki arti rakyat, dan kratos atau cratein yang memiliki arti pemerintahan. MenurutBapak Presiden ke-16 Amerika (1809-1865), Abraham Lincoln memberikan pengertian demokrasi dengan lugas bahwa "Pemerintahan dari rakyat (goverment of the people), oleh rakyat (by the people) dan untuk rakyat (for the people). Menurut Bapak Henry B. Mayo, mengatakan bahwa pengertian demokrasi adalah suatu sistem yang bercirikan kebijakan umum ditentukan oleh mayoritas (one in which Demokrasidatang dalam beberapa bentuk. Semuanya menampilkan pemilihan yang kompetitif, kebebasan berekspresi, dan perlindungan kebebasan sipil individu dan hak asasi manusia. Berikut pengertian demokrasi secara umum dan menurut para ahli, dirangkum berbagai sumber, Senin (3/5/2021). 1 sebutkan ciri-ciri demokrasi menurut Henry B. Mayo! - 4024915 mythadc1 mythadc1 24.10.2015 PPKn Sekolah Menengah Atas terjawab 1. sebutkan ciri-ciri demokrasi menurut Henry B. Mayo! 2. buktikan apakah indonesia bisa disebut negara demokrasi? sesuaikan dengan pandangan b mayo 1 Lihat jawaban Iklan Iklan 3 Pemerintahan dari oleh dan untuk rakyat adalah pengertian demokrasi menurut pendapat . a. Henry Mayo A. b. Samuel Huntington. c. Carol C Gould. d. Abraham Lincoln . 4. Sebagai bentuk pengamalan Demokrasi Pancasila, hasil keputusan yang telah disepakati bersama, kita harus a. Meyakini semua hasil keputusan. b. Melaksanakan hasil keputusan Yaitudemokrasi dalam perwujutan nya pada dunia politik praktis. 2.PRINSIP-PRINSIP DASAR DEMOKRASI. Antara lain: 1.Pemerintahan Berdasarkan Konstitusi. *CIRI-CIRI DEMOKRASI MENURUT HENRY B.MAYO ANTARA LAIN: 1.Menjamin tegaknya keadilan. 2.Menyelesai kan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. Kewarganegaraan #2 Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri demokrasi dari sejumlah nilai menurut Henry B. Mayo yaitu A. Membatasi komunikasi sampai minimum B. Menjamin tegaknya keadilan C. Menjamin terjadinya perubahan secara damai pada suatu masyarakat yang sedang berubah D. Menyelesaikan perselisihan secara damai dan berlembaga Negaranegara yang menganut demokrasi memiliki prinsip-prinsip yang berbeda dengan sistem yang lain. Henry Bertram Mayo dalam An Introduction to Democratic Theory (1960), mengungkapkan prinsip-prinsip demokrasi yang akan mewujudkan suatu sistem politik yang demokratis. Berikut ini prinsip-prinsip demokrasi tersebut: jAaq. Hakikat demokrasi – Demokrasi merupakan sebuah sistem pemerintahan dimana kekuasan tertinggi ada di tangan rakyat. Hakikat demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk ini ada banyak contoh negara yang menganut sistem demokrasi misalnya seperti Amerika Serikat, India, Brasil, Filipina dan Indonesia. Salah satu prinsip demokrasi merupakan sistem pemerintahan dimana rakyat dilibatkan dan memegang kekuasaan demokrasi secara garis besar merupakan sebuah sistem pemerintahan dimana setiap rakyat memiliki persamaan dan kesetaraan hak untuk mengemukakan pendapat, dan memilih sebuah pilihan tanpa ada unsur paksaan dari pihak pemerintahan demokrasi menganut asas yakni pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai asas dan hakikat demokrasi secara umum serta pengertian demokrasi menurut para ahli.baca juga fungsi ideologiApakah hakekat demokrasi? Dari segi bahasa, kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yakni demos yang artinya rakyat dan cratein yang artinya kekuasaan atau pemerintahan. Sehingga pengertian demokrasi bisa dipahami sebagai kekuasaan di tangan rakyat. Dari pengertian demokrasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa hakikat demokrasi merupakan sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat memegang kekuasan tertinggi dalam sebuah pemerintahan. Demokrasi merupakan suatu sistem yang memberikan hak bersuara dan menyampaikan pendapatnya secara bebas namun tetap berpegang teguh pada ketentuan hukum yang yang tidak diakui adalah pemerintah yang tidak mendapatkan dukungan dan persetujuan dari rakyat. Rakyat memegang kendali penuh atas pemilihan pemerintahan berdasarkan persamaan pandangan dan politik tanpa ada unsur paksaan guna mencapai tujuan satu implementasi dari hakikat demokrasi adalah adanya pemilihan umum secara langsung untuk menentukan presiden lewat pilpres atau kepala daerah lewat pilkada.Di Indonesia, pemilu dilakukan tiap 5 tahun sekali, baik untuk memilih presiden, gubernur, walikota, bupati, anggota DPR ataupun anggota DPRD. Tiap rakyat yang memenuhi syarat dan sudah memiliki kartu tanda penduduk KTP memiliki hak impelementasi hakikat demokrasi lain adalah adanya perwakilan rakyat baik di tingkat pusat lewat adanya DPR, atau di tingkat daerah lewat adanya DPRD. Anggota DPR dan DPRD bertugas menyerap aspirasi rakyat untuk disampaikan pada pemerintah pusat atau pemerintah Demokrasi Menurut Para AhliBerikut ini adalah beberapa pengertian demokrasi menurut para ahli yang memuat hakikat demokrasi itu Joseph A. SchmeterArti demokrasi adalah sebuah perencanaan institusional guna mencapai suatu keputusan politik dimana setiap individu memiliki kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan yang kompetitif. Menurut Sidney HookDefinisi demokrasi adalah sebuah bentuk pemerintahan dimana keputusan penting pemerintahan baik secara langsung maupun tidak langsung didasarkan pada suatu kesepakatan mayoritas yang tercipta dari suara Terry L. Karl dan Philippe C. SchmiterPengertian demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan dimana pihak pemerintah akan diberikan tanggung jawab atas segala tindakan mereka di wilayah publik. pemberian tanggung jawab ini didasarkan oleh keputusan yang dibuat oleh rakyat dengan melakukan pemungutan suara yang menganut asa Henry B. MayoDefinisi demokrasi adalah suatu sistem yang menunjukan kebijakan umum ditentukan berdasarkan keputusan mayoritas yang diselenggarakan dengan melakukan pemilihan secara selektif, diawasi dan dilakukan oleh rakyat dengan landasan persamaan pandangan atau politik tanpa ada paksaan dari pihak itulah penjelasan hakikat demokrasi beserta pengertian dan makna demokrasi secara umum dan menurut para ahli. Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi Pancasila dan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi. Web server is down Error code 521 2023-06-14 034744 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d6f97fdcafab779 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Dalam karangannya, Henry B. Mayo mencoba menguji nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sistem demokrasi, yaitu nilai-nilai yang secara logika mengikuti atau timbul dari tindak-tanduk sesungguhnya dari suatu sistim demokrasi. Ada beberapa nilai-nilai Demokrasi menurut Mayo, diantaranya adalah Pertama, menyelesaikan pertikaian secara damai dan sukarela. Demokrasi adalah satu-satunya sistim yang mengakui sahnya ekspresi politis dari pertikaian-pertikaian semacam itu dan mengatur penyelesaiannya secara damai melalui perundingan politik, sebagai alternatif kekerasan. Demokrasi mengadakan suatu cara yang unik untuk menyelesaikan pertikaian secara damai, menegakkan ketertiban umum dan membuat kebijaksanaan-kebijaksanaan umum dengan fungsi komprominya. Kedua, menjamin terjadinya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat. Hal ini adalah bentuk penerapan nilai-nilai yang pertama terhadap situasi-situasi khusus dunia modern. Metode politik demokrasi seperti fleksibilitas, kepekaan terhadap pendapat umum, pengaruh kepemimpinan, keterbukaan dalam pendapat-pendapat yang berbeda, semua hal ini dapat menjamin penyesuaian diri secara politis terhadap pendapat-pendapat yang berbeda, semua ini dapat menjamin penyesuaian diri secara politis terhadap hal-hal yang menimbulkan perubahan itu. Ketiga, pergantian penguasa dengan teratur. Demokrasi tidak hanya mengendalikan pertentangan dan perubahan sosial, tetapi sekaligus juga menyelesaikan suatu masalah politik yang jauh lebih lama, yaitu mencari pengganti yang sah dari penguasa yang sedang berkuasa secara damai. Keempat, penggunaan paksaan sesedikit mungkin. Gagasan kepatuhan sukarela yang diberikan dengan tidak berlebihan, dengan bebas dan tidak mutlak, akan sesuai juga dengan gagasan mendisiplinkan diri, rasa tanggung jawab dan lain gagasan lainnya. Kelima, nilai keanekaragaman. Keanekaragaman itu selalu ada dalam setiap masyarakat, walaupun jumlah ragamnya itu tidak sampai sebanyak jumlah orangnya. Demokrasi hanya mengakui bahwa keanekaragaman itu ada dan menganggap sah kalau terdapat pendapat yang kepentingan yang berlain-lainan. Keenam adalah menegakkan keadilan. Menegakkan keadilan seringkali dianggap sebagai inti moralitas politik dan mempertahankan demokrasi atas dasar ini tentu berbunyi demokrasi adalah sistim terbaik untuk menegakkan keadilan. Demokrasi memberikan kesempatan kepada setiap orang dan kepentingan yang cukup besar untuk mengajukan wakilnya serta kepentingan yang merasa dirugikan. Ketujuh, suatu nilai yang sering dikemukakan atas nama demokrasi adalah bahwa sistim politik demokrasilah yang paling baik dalam memajukan ilmu pengetahuan. Argumentasi ini berdasarkan asumsi bahwa ilmu pengetahuan dan hasil-hasilnya mempunyai nilai, suatu asumsi yang sekarang ini sukar dibantah. Melakukan pekerjaan ilmiah memerlukan adanya masyarakat yang bebas dak akhirnya menghendaki kebebasan politik dan demokrasi. Kedelapan, terdiri dari kebebasan-kebebasan yang terdapat dalam demokrasi dan nilai yang ke-sembilan adalah suatu nilai dapat diberikan kepada demokrasi karena kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam sistim-sistim lain. Mengutip pendapat Abdul Rohim Ghazali, peneliti muda MAARIF Institute for Culture and Humanity dalam tulisannya “Mengapa Harus Demokrasi ? ”, meskipun sistim demokrasi tampak Ideal, sistim itu bukan berarti tidak mengandung kelemahan. James Madison yang disebut sebagai “Bapak Konstitusi Amerika”, meskipun memuja demokrasi, ia tetap melihat demokrasi sebagai sistem yang punya kelemahan. Demokrasi, kata Madison, tak mungkin lepas dari dua ancaman, diktator mayoritas dan tirani minoritas. Kesangsian atas validitas demokrasi sebagai bentuk rezim terbaik belakangan menjadi diskursus yang intensif didiskusikan. Penyebabnya terutama karena ulah negara kampiun demokrasi seperti AS dan Inggris yang seharusnya menjadi panduan berdemokrasi bagi negara lain di dunia malah memberi contoh amat buruk dengan memaksakan kehendaknya pada negara lain, misalnya dengan menginvasi negara yang menjadi lawan politiknya. Bagaimana di Indonesia ? Ketika bicara tentang demokrasi yang dikontekstualisasikan dengan kondisi sosiokultural Indonesia, memori kita terbawa pada dua konsep demokrasi demokrasi terpimpin dan demokrasi Pancasila. Dua konsep demokrasi yang dipraktikkan secara otoriter oleh dua rezim, Orde Lama dan Orde Baru. Dampak buruk dari kedua praktik demokrasi “kontekstual” tersebut juga membuat demokrasi di Indonesia menjadis sistim yang belum sepenuhnya dipercaya. Masalahnya, praktik demokrasi, terutama di negara Indonesia, masih menemui hambatan seperti 1 masih kuatnya pengaruh rezim lama dengan peninggalan korupsinya yang begitu kompleks; 2 watak pretorianisme yang belum hilang masih kuat; dan 3 belum terbangunnya modal sosial yang kondusif bagi demokrasi. Karena beberapa hambatan itu, kehidupan demokratis tak bisa diwujudkan dengan cepat, khususnya di negara yang baru merangkak keluar dari pemerintahan totaliter-otoriter yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Masih terhambatnya proses demokratisasi bukan berarti kita harus mengambil sistem selain demokrasi. Pada faktanya, tidak mudah menemukan sistem ketatanegaraan selain demokrasi. Demokrasi, kata Jean Baechler 1995[1], lebih merupakan proses demokratisasi, yang mungkin berjalan dalam waktu amat panjang. Pada masing-masing momen dan situasi, senantiasa muncul kesenjangan. Aneka kesenjangan itu muncul akibat beratnya kendala-kendala yang merintangi demokrasi historis dalam mendekati idealitasnya. Oleh karenanya, demokrasi sejatinya kita pandang sebagai metode atau proses yang final. Demokrasi adalah proses terus menerus menuju idealitasnya sebagai sistim politik. Adi Surya Purba