Selamamasa PSBB ini, frekuensi saya keluar rumah bisa dihitung dengan sepuluh jari. Gimana tidak, saya lebih baik melindungi diri sendiri karen
Belumlagi Hujan Bulan Juni yang bahkan sampai diangkat ke layar lebar. Padahal selain dua puisi itu, masih banyak lho puisi-puisi Sapardi lainnya yang tak kalah romantis. Beli dan Baca Sekarang! Puisi Cinta Paling Romantis karya Sapardi Djoko Damono. Berikut 5 puisi cinta paling romantis karya Sapardi Djoko Damono yang begitu menyentuh hati. 1
judulpuisi》hujan bulan junikarya》supardi djoko damonoselamat menonton,semoga terhiburjika berkenan dukung chanel ini iya guys dengan caralike share dan subs
HujanBulan Juni. 2. Pada Suatu Hari Nanti. 3. Aku Ingin. 1. Analisis antologi puisi Hujan Bulan Juni khususnya puisi-puisi yang sudah dimusikalisasikan . Sebagaimana teori tentang puisi dan musikalisasi puisi yang dipaparkan sebelumnya. Berikut ii analisis puisi Hujan Bulan Juni. Hujan Bulan Juni. Tak ada yang lebih tabah . Dari hujan bulan juni
SapardiDjoko DamonoHujan Bulan Junitak ada yang lebih tabahdari hujan bulan Junidirahasiakannya rintik rindunyakepada pohon berbunga itutak ada yang lebih b
HujanBulan Juni merupakan karya fenomenal penyair ternama Sapardi Djoko Damono. Hujan Bulan Juni merupakan judul sebuah puisi yang diterbitkan pada tahun 1994. Puisi ini banyak dikutip, karena menggambarkan ketabahan dan kesabaran dengan sangat indahnya. Saking ngetopnya, puisi ini acapkali dikutip dalam undangan-undangan pernikahan.
TopiPet dan Puisi Hujan Bulan Juni. 20 July 2020 post at 09:09 by admin metro-by admin metro. Sebagai seorang sastrawan, banyak karyanya yang dikenang. Salah satunya Hujan Bulan Juni. Karya tersebut tak berhenti sebagai puisi, tetapi juga diadaptasi menjadi novel, komik, lagu hingga film.
PuisiHujan Bulan Juni terdiri atas tiga bait. Masing-masing baitnya memuat empat baris. Setiap baris terdiri atas empat sampai lima kata. Tiap baris memuat kurang dari 12 suku kata. Instrumen Penilaian Keterampilan (LKPD) Sekolah : SMKN 2 Blitar Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : X / Ganjil Tahun Pelajaran : 2021-2022
Untukmelakukan musikalisasi puisi tidak boleh secara asal-asalan dan harus bisa menyelaraskan dengan baik antara instrumen dan puisi, tanpa mengubah makna yang ada di dalamnya. Hujan Bulan Juni [Puisi] Rahasia Wanita; Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis.
Janganlupa like, komen, share, dan subscribe ya#musikalisasi#puisi
L4L6. Puisi hujan bulan juni karya Sapardi Djoko Damono. Hujan Bulan Juni adalah salah satu puisi dari kumpulan puisi karya Sapardi Djoko Damono yang sangat puisi tau tentang hujan bulan juni karya Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono. Hujan Bulan Juni hanya satu dari sederet puisi populer dari sastrwan senior Indonesia puisi lain yang tidak kalah banyak pecintanya antara lain Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana dan Yang Fana Adalah kelahiran Surakarta, 20 Maret 1940, ini mulai menulis sejak SMP; dia terus mengembangkan kecintaannya itu seiring tingkat pendidikannya semakin tinggi dan karier profesionalnya di dunia pendidikan sebagai dosen dan sebagai sastrawan semakin berikut ini adalah salah satu puisi legendaris karya Sapardi Djoko Damono yaitu Puisi hujan bulan juni silahkan disimak saja berikut Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko DamonoHujan Bulan Junitak ada yang lebih tabahdari hujan bulan Junidirahasiakannya rintik rindunyakepada pohon berbunga itutak ada yang lebih bijakdari hujan bulan Junidihapusnya jejak-jejak kakinyayang ragu-ragu di jalan itutak ada yang lebih arifdari hujan bulan Junidibiarkannya yang tak terucapkandiserap akar pohon bunga itu1989Lihat jugaPuisi karya Taufik Ismail Tentang UUD 45Puisi malu aku jadi orang Indonesia Karya Taufik IsmailPuisi cinta paling romantis menyentuh hati - karya Sapardi Djoko DamonoDemikianlah puisi sapardi djoko damono hujan bulan juni, semoga puisi hujan bulan juni Karya Sapardi Djoko Damono menghibur dan bermanfaat, baca juga puisi puisi l;ainnya yang diterbitkan blog
Jakarta - Pekan pertama di bulan Juni dan merasakan hujan yang menerpa tubuh, pastinya teringat akan salah satu puisi fenomenal karya Sapardi Djoko Damono. Ya, bulan Juni yang seharusnya sudah dimulai dengan musik terik panas justru ada yang tak menentu dari bulan Juni membuat sang penyair kenamaan Indonesia itu membuat 3 fakta soal puisi Hujan Bulan Juni, seperti dirangkum redaksi detikcom 1. Sejarah Puisi Hujan Bulan Juni ditulis antara tahun 1964 sampai 1944. Puisinya pertama kali terbit pada 1994 dan memuat 102 buah puisi lainnya. Buku kumpulan puisi Hujan Bulan Juni telah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa yakni Inggris, Jepang, Arab, Mandarin, dan Djoko Damono menceritakan saat ia menulis puisi tersebut, hujan memang tidak pernah turun di bulan Juni. Dia menulisnya di sambil melihat telaga Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan, ketika berada di ruang kerja kompleks perumahan Alasan MenulisDalam sebuah wawancara, Sapardi Djoko Damono mengemukakan alasan menulis puisi Hujan Bulan Juni. Sambil berkelakar, ia menuturkan jika menulis soal hujan di bulan Desember menjadi hal yang biasa-biasa saja."Kalau saya tulis tentang hujan pada bulan Desember, Desember kan memang musim hujan. Kalau nulisnya hujan pada Desember, nanti nggak ada yang bertanya, 'Mengapa harus hujan pada bulan Juni?'," kata Sapardi Djoko Adaptasi ke Novel dan FilmDari puisi, Hujan Bulan Juni merambah ke novel dan adaptasi film. Hujan Bulan Juni sukses diterbitkan menjadi novel dan digarap selama 6 bulan Hujan Bulan Juni diperankan oleh Adipati Dolken dan Velove Vexia dan mendapat apresiasi yang positif dari pencinta film Tanah Air. Simak Video "Mengenang Hari Lahir Sapardi Djoko Damono di Google Doodle" [GambasVideo 20detik] tia/dar
Puisi Hujan, image via Puisi merupakan bentuk karya sastra yang terikat oleh rima, irama dengan penyusunan bait serta barisnya yang tampak indah dan juga penuh dengan makna. Hal inilah yang membuat puisi banyak digunakan oleh sebagian orang untuk mengungkapkan perasaannya. Ada beberapa jenis puisi. Salah satunya yakni puisi bebas. Nah, puisi bebas ini bisa diisi dengan menggunakan beberapa tema. Namun, yang akan dibahas disini adalah puisi hujan. Pastinya Kamu sering kali menemukan puisi dengan tema satu ini bukan? Contoh Puisi tentang Hujan Hujan memang menjadi salah satu objek puisi yang tepat yang banyak digunakan untuk membuat sebuah karya sastra yang indah. Di bawah ini ada beberapa contoh dari puisi hujan yang bisa Kamu simak. Puisi Tentang Hujan Pertama 1. Hujan di Bulan Juni Karya Prof. Sapardi Djoko Damono Tak ada yang lebih tabah Dari hujan bulan Juni Dirahasiakannya rintik rindunya Kepada pohon yang berbunga itu Tak ada yang lebih bijak Dari hujan bulan Juni Dihapuskannya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Tak ada yang lebih arif Dari hujan bulan Juni Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar Pohon bunga itu Puisi Tentang Hujan Kedua 2. Hujan dan Namamu Karya E. Natasha Senandung lagu mendekap lirih romansa jiwa Benak menyapa raut wajah yang nyaris tenggelam Dalam lautan mimpi sang penghirup malam Melawan hujan, mereguk jejak tanpa nama dunia Dia yang mencoba membaca arah Dalam gelap, memanggil cahaya yang tersembunyi di balik aksara Berdiri sendiri mencoba mengenal suara kerinduan Adakah dia disana masih terpaku menatap kenangan Kemana kau akan berlari Melepas pagi dan mencoba memutar mentari Apakah kau masih terlelap dan terus bermimpi Memuja cinta tanpa rasa haus duniawi Kenangan hujan memanggilmu dan tetap memanggil namamu Meski luka mencoba menjauhkan dirimu dari putaran waktu masa lalu Bulan disana masih merindukanmu Untuk kembali padanya, tanpa menghapus tangisan hujan di wajahmu Puisi Tentang Hujan Ketiga 3. Setetes Kenangan dalam Hujan Karya Tarisya Widya Safitria Dulu Saat semburat merah jingga nan elok Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala Tetes kehidupan jatuh serentak Memborbardir ribuan kilometer lahan Impresi menguap di atas tanah Larut bersama wewangian hujan Di bawah rintik-rintik nikmat Tuhan Tersemat manis indahnya janji masa depan Penuh kebahagiaan semu berselimut basah Kini, Beradu dengan nestapa Menatap seruan hina yang menyayat jiwa Menusuk hingga rindu menyeruak keluar Dengan satu tarikan nafas gusar Puisi Tentang Hujan Keempat 4. Kenangan di Basah Hujan Karya Rayhandi Di basah itu memori tersangkut Menyanyut ingat membara baying Terlihat warna di pucuk mata Kurasa memori menari bernyanyi berputar Masih teringat olehku Kenyataan yang menggenggam Hangat menguat melawan dingin Terbawa sampai ke ulu hati Aku tak ingin melupa Rasa di bidang merah masih menyenja Di baying barat rasa itu kugantung Bersama hujan ia melebur Hujannya deras terasa Merangkak mencari celah Batu keras memukulku Terngiang ingin mengapak Aku belum larut menjadi abu Aku masih menjadi ingatan yang takkan raib Menjadi sepertiga kenangan yang hidup di hujan malam Aku masih menjadi cerita untuk hari ini dan selamanya Puisi Tentang Hujan Kelima 5. Musim Hujan Karya Rayhandi Disini kasih Berbalut selimut menghangat raga Dingin terasa hingga sampai ke tangan Merambah mencari celah Hujan kali ini begitu berbeda Berbeda karena di ujung malam Sepi mencekam bosan Bermain kantuk membutakan mata Aku masih disini Masih menjadi beku yang tak hangat Terasa sesak tatkala tertatap Mungkin dingin menjadi penawar Atap dan daun rimbun jadi saksi Bahwa bening mencumbu hijau Terlarut basah meninggal subur Penawar di musim kemarau Puisi Tentang Hujan Keenam 6. Hujan dan Kebersamaan Karya Dedik B Hujan ini mengingatkanku pada angan Pada kebersamaan pernah kita jalankan Setiap orang menarikan imajinasi yang disampaikan Melalui kertas putih tak diharapkan Langit terasa gelap mencekam Air berjatuhan tanpa memberi kesempatan Hawa dingin menusuk pori-pori badan Semangat tetap tak terbantahkan Ada yang tidur dengan kesakitan Ada yang merenung dengan kesendirian Ada yang ragu dalam penyampaian Ada pula cinta dalam kebersamaan Kasih ku tatap mata tajam Ada kerinduan terlalu dalam Seperti tanah gersang merindukan hujan Kasih bila hujan telah tiada Adakah kebersamaan kita tetap terjaga? Setiap peristiwa melahirkan suka dan duka Dan menjadi penyebab guncangan jiwa .. Puisi Tentang Hujan Ketujuh 7. Hujan Karya Nalaili Ditengah lelap tidurku Aku terbangun akan suara petir yang bergemuruh Angin mulai berdesir menderuh Hawa sejuk mulai menyergap tubuh Butiran itu kembali jatuh Dari awan yang mulanya biru Menarik penasaran dalam perasaan Melihat daun dan dahan yang berbasahan Seakan mengembalikan puing-puing kenangan Yang dulu terjadi pada saat bersamaan Juga secercah harapan Dari-Nya Tuhan menghantarkan pesan Agar kesalahan di masa yang telah sudah Tak berulang saat mentari kembali menyapa Bukan hanya teguran namun juga pengajaran Karena sejatinya matahari dan hujan Adalah bahan untuk melukis pelangi yang indah Puisi Tentang Hujan Kedelapan 8. Memory Hujan Karya Arek Ndeso Hujan Oh, hujan Engkau bagiku Ingatan kenanganku Mengapa aku selalu teringat Kenangan manisku Kenangan waktu-waktu yang terlewat Oh hujan Engkau memory, memory Yang tak pernah hilang Hingga sampai aku bisa mengingatnya kembali Hujan, Engkaulah kehidupan dunia Meneteskan air, mengalir Hingga mengalir di fikiranku Oh hujan, Mengapa aku tersenyum Saat engkau turun dan juga sedih Saat engkau turun bagaikan kenangan Memory yang hilang Hujan Tetapi sesaat, aku juga teringat Akan kenangan-kenangan yang membuatku Merasa sedih, kesal Tetapi aku menyalahkanmu wahai hujan Karena engkau adalah memory Yang kembali kepada diriku Puisi Tentang Hujan Kesembilan 9. Tangisan Langit Karya PMS Kaki-kaki kecil berlarian Di atas genangan air yang banyak Wajah-wajah mereka memandang langit Yang sedang menangis pilu Mengundang nikmat yang tak bisa dibeli dengan uang Rintik-rintiknya mengenai wajah mereka Bukan berlindung tapi malah menari Suara tertawa mereka terdengar menyenangkan Angin mengikuti kesenangan mereka Membuat badan menggigil Tapi, mereka tidak peduli Tetap bersenang-senang Angin dan air adalah perpaduan yang menakjubkan Kadang mengakibatkan bencana Dan kadang pula menjadi nikmat Semua tergantung kita mengartikan tangisan langit Tidak bisa membayangkan Langit tak mengis Tak bisa membayangkan Tanah-tanah menjadi kering Juga tak bisa membayangkan Rumah-rumah ditamui air Benar kata orang Pandailah mengolah tangisan air Di atas sana ada yang berhasil Berhasil menenangkan langit Sehingga tangisannya perlahan tapi pasti Akan berhenti sempurna Kaki-kaki kecil itu berlari Berlari memasuki rumah mereka Disana telah menunggu Seorang wanita yang membentangkan handuk Menyambut tubuh mereka yang basah kuyup Seperti mereka yang menyambut tangisan langit Dengan tersenyum Sekarang tangisan itu berhenti sempurna Benar-benar sempurna Hanya menyisihkan tetesan air Dari atap daun dan palang-palang kayu Sungguh nikmat yang sempurna Nikmat dari Tuhan yang Agung Tuhan yang tidak akan meninggalkan kita Dimana pun dan kapan pun .. Itu dia deretan puisi hujan yang bisa Kamu jadikan sebagai referensi. Hujan memang menjadi objek yang menarik untuk dijadikan sebuah puisi. Tak heran, jika puisi tentang hujan ini mengandung banyak makna. Baca juga Kata kata tentang hujan